Sabtu, 05 Desember 2015

Empat Malaikat Yang Mendatangi Orang Sakit

Empat Malaikat Yang Mendatangi Orang Sakit

Kalau kita tahu sebenarnya tak ada alasan untuk sedih dan mengeluh saat kita sakit, karena sebenarnya itu adalah kasih sayang Allah SWT pada kita. Kita mengeluh saat sakit karena kita tak tahu rahasianya. Tulisan pendek ini membuktikan bahwa sakit itu harus disyukuri karena itu adalah bukti kasih sayang Allah pada kita. Allah mengutus 4 malaikat untuk selalu menjaga kit adalam sakit.

Rasulullag SAW bersabda: "Apabila seorang hamba yang beriman menderita sakit, mka Allah memerintahkan kepapda para malaikat agar menulis perbuatan yang terbaik yang dikerjakan hamba mukmin itu pada saat dan pada saat waktu senangnya".

Ujaran Rasulullah SAW tersebut diriwayatkan Oleh Abu Imamah Bahili. Dalam Hadist yang lain Rasulullah bersabda: "Apabila seorang hamba mukmin sakit, maka Allah Mengutus 4 Malaikat untuk datang padanya".
 
Allahh SWT memerintahkan :
1. Malaikat pertama untuk mengambil kekuatannya sehingga menjadi lemah.
2. Malaikat kedua untuk mengambil rasa lezatnya makanan dari mulutnya.
3. Malaikat ketiga untuk mengambil cahaya terang di wajahny sehingga berubahlah wajah si sakit menjadi pucat pasi.
4. Malaikat keempat untuk mengambil semua dosanya, maka berubahlah si sakit menjadi suci dari dosa

Tatkala Allah akan menyembuhkan hamba mukmin itu, Allah SWT memerintahkan kepada Malaikat 1, 2, dan 3 untuk mengembalikan kekuatannya, rasa lezat, dan cahaya di wajah sang  hamba.
 Namun untuk malaikat ke 4, Allah SWT tidak memerintahka untuk mengembalikan dosa-dosanya kepada hamba mukmin. maka bersujudlah para malaikat itu kepada Allah seraya berkata, : " Ya Allah mengapa dosa dosa ini tidak engkau kembalikan?" "Allah menjawab: "Tidak baik bagi kemuliaan-ku jika aku  mengembalikan dosa-dosanya setelah aku menyulitkan kadaan dirinya ketika sakit. Pergilah dan buanglah dosa dosa tersebut kedalam laut".

Dengan ini, maka kelak si sakit itu berangkat ke alam akhirat dan kuluar dari dunia dalam keadaan suci dari dosa sebagaimana sabda Rasulullah SAW "Jika sakit seseorang hamba hingga tiga hari, maka keluar dari dosa dosanya sebagaimana keadaannya ketika baru lahir dari kandungan ibunya." (HR Ath-Thabrani).


Kamis, 26 November 2015

INTEPRETASI KLINIS NYERI PERUT



INTERPRESTASI KLINIS NYERI PERUT
Oleh dr. Azril Okta Ardhiansyah SpB
           
Nyeri perut merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan. Banyak orang tidak menyadari pentingnya nyeri perut untuk mengenali tanda awal suatu penyakit dan menganggap remeh hal ini. Tidak jarang orang melakukan pijat perut untuk menghilangkan nyeri yang justru menyebabkan perlukaan pada organ dalam sehingga berakibat makin parahnya penyakit dan banyak yang berujung pada kematian. Kita dapat memperkirakan secara kasar suatu penyakit berdasarkan karakteristik nyeri yang meliputi lokasi, kuantitas, kualitas, dan gejala penyerta.
1.    Lokasi.
Dari lokasi nyeri kita dapat memperkirakan organ yang terserang penyakit. Pada anak – anak penentuan lokasi lebih sulit karena umumnya mereka selalu menunjuk daerah sekitar pusar. Untuk mudahnya, perut dapat kita bagi menjadi sembilan kuadran. Nyeri perut kanan atas biasanya menandakan penyakit liver, ginjal, maupun kandung empedu. Nyeri ulu hati/tengah atas sering diartikan penyakit lambung/sakit mag, namun dapat juga merupakan nyeri alih dari jantung. Nyeri pada pinggang kiri kanan dapat berarti batu saluran kemih. Nyeri perut kanan bawah dapat berasal dari usus buntu, usus besar, saluran kemih, maupun organ kelamin wanita (indung telur).

2.    Kuantitas.
Nyeri perut dapat berlangsung terus – menerus maupun hilang timbul. Nyeri terus – menerus berasal dari organ padat seperti liver dan ginjal akibat peregangan pada kapsul pembungkus organ tersebut. Sedangkan nyeri yang hilang timbul terjadi pada organ berongga seperti usus besar dan saluran kemih sesuai gerakan organ tersebut (peristaltik) dan berjalan sesuai arah saluran yang biasa disebut nyeri kolik.
3.    Kualitas.
Nyeri pada ginjal terasa seperti rasa “kemeng” yang sering diabaikan. Nyeri karena batu pada kandung empedu terasa tembus sampai ke punggung. Nyeri lambung memberi sensasi seperti ditusuk – tusuk. Nyeri karena sakit jantung dapat juga dirasakan di ulu hati dan memberi sensasi serupa atau seperti ditimpa beban berat. Nyeri yang khas karena usus buntu berawal dari nyeri ulu hati yang sering disangka sebagai sakit mag lalu berpindah ke perut kanan bawah.
4.    Gejala penyerta.
Gejala yang menyertai nyeri dapat berupa mual muntah bila mengenai saluran cerna. Panas badan pada organ yang sering mengalami infeksi seperti usus buntu, indung telur, dan kandung empedu.
Berikut ini adalah rangkuman dari beberapa penyakit dilihat dari karakteristik nyeri:
-       Sakit mag/lambung
Nyeri ulu hati seperti ditusuk – tusuk atau sering bersendawa disertai mual. Nyeri pada lambung biasanya dirasakan pada waktu perut kosong, namun dapat juga justru ketika makanan masuk jika sudah terlanjur timbul luka.
-       Batu empedu.
Nyeri kolik pada perut kanan atas tembus ke punggung yang dipicu makanan berlemak. Dapat disertai panas badan, mual, maupun kuning jika batu telah menyumbat saluran utama empedu.
-       Batu saluran kemih.
Nyeri kemeng pada pinggang jika batu masih terdapat pada ginjal. Kemudian beralih menjadi nyeri kolik yang menjalar ke kemaluan jika batu sudah turun ke ureter.
-       Infeksi usus buntu.
Nyeri yang khas berawal dari ulu hati kemudian berpindah ke perut kanan bawah disertai panas dan mual. Nyeri dapat menyebar ke seluruh perut jika usus buntu sudah pecah.
-       Infeksi indung telur.
Nyeri di perut bagian bawah disertai panas “sumer” dan riwayat keputihan. Panas dapat menjadi tinggi jika sudah terjadi abses (kumpulan nanah).