MEMPERSIAPKAN KELAHIRAN BUAH
HATI
Pemahaman seorang ibu hamil tentang proses persalinan adakalanya diartikan sebagai sesuatu proses yang menyakitkan. Hal ini tidak seluruhnya benar. Mari kita lihat apa sebenarnya yang dimaksud dengan proses persalinan. Secara awam, proses persalinan normal adalah suatu rangkaian tahapan demi tahapan yang dimulai sejak ibu merasakan tanda awal persalinan. Kemudian, memasuki proses persalinan yang dimulai dari pembukaan satu sampai dengan sepuluh. Berakhir dengan lahirnya bayi dan plasenta secara normal melalui jalan lahir atau vagina.
Mengapa disebut sebuah proses? Ya karena proses bersalin atau melahirkan memang tidak terjadi dengan begitu saja. Meskipun beberapa ibu ada yang beruntung tidak mengalami proses yang terlalu lama.
Pemahaman seorang ibu hamil tentang proses persalinan adakalanya diartikan sebagai sesuatu proses yang menyakitkan. Hal ini tidak seluruhnya benar. Mari kita lihat apa sebenarnya yang dimaksud dengan proses persalinan. Secara awam, proses persalinan normal adalah suatu rangkaian tahapan demi tahapan yang dimulai sejak ibu merasakan tanda awal persalinan. Kemudian, memasuki proses persalinan yang dimulai dari pembukaan satu sampai dengan sepuluh. Berakhir dengan lahirnya bayi dan plasenta secara normal melalui jalan lahir atau vagina.
Mengapa disebut sebuah proses? Ya karena proses bersalin atau melahirkan memang tidak terjadi dengan begitu saja. Meskipun beberapa ibu ada yang beruntung tidak mengalami proses yang terlalu lama.
Kontraksi
yang sering dirasakan seorang ibu sebagai sebuah rasa nyeri sebenarnya
adalah upaya alami tubuh untuk membantu pembukaan jalan lahir. Daerah sekitar
panggul dan vagina akan berusaha meregang sedemikian rupa agar cukup luas
dilalui bayi. Proses ini tentu menimbulkan ketidaknyamanan berupa nyeri selama
waktu persaliinan berlangsung.
Dalam sebuah proses persalinan, ada tiga hal yang memegang kunci sukses keberhasilan seorang ibu untuk melahirkan secara normal. Yakni keadaan bayi, keadaan jalan lahir dan kekuatan ibu untuk mengejan. Keadaan kesehatan ibu sangat memegang peran utama untuk kesuksesan proses persalinan. Ibu perlu mempersiapkan diri untuk mengetahui tehnik latihan pernafasan yang benar dan mengetahui tehnik mengejan dengan baik. Selain itu, kesehatan mental (psikologis) juga perlu dijaga.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui para calon ibu maupun ibu hamil agar dapat melahirkan secara normal:
1. Memulai masa kehamilan dengan pikiran positif sejak awal kehamilan.
Dalam sebuah proses persalinan, ada tiga hal yang memegang kunci sukses keberhasilan seorang ibu untuk melahirkan secara normal. Yakni keadaan bayi, keadaan jalan lahir dan kekuatan ibu untuk mengejan. Keadaan kesehatan ibu sangat memegang peran utama untuk kesuksesan proses persalinan. Ibu perlu mempersiapkan diri untuk mengetahui tehnik latihan pernafasan yang benar dan mengetahui tehnik mengejan dengan baik. Selain itu, kesehatan mental (psikologis) juga perlu dijaga.
Berikut ini beberapa hal yang perlu diketahui para calon ibu maupun ibu hamil agar dapat melahirkan secara normal:
1. Memulai masa kehamilan dengan pikiran positif sejak awal kehamilan.
Menikmati semua perubahan tubuh selama
kehamilan dengan syukur, menjalani apapun keluhan suka dan duka sebagai seorang
calon ibu sebagai bagian tugas mulia seorang wanita
2. Memeriksakan diri secara teratur pada bidan maupun dokter.
2. Memeriksakan diri secara teratur pada bidan maupun dokter.
Konsultasikan
keluhan dan penyakit yang diderita sejak awal kehamilan agar dapat segera
disembuhkan.
3. Melakukan persiapan fisik
3. Melakukan persiapan fisik
senam ibu
hamil, jalan pagi, latihan pernafasan, mengikuti yoga khusus ibu hamil atau
hypnobirthing dan tehnik relaksasi, baik untuk ibu hamil.
4.
Menjaga stamina tubuh dengan istirahat cukup, pola makan yang sehat dan
teratur sejak awal kehamilan.
Terutama
memenuhi kebutuhan zat gisi yang seimbang baik kalori, protein, lemak, vitamin
dan mineral. Ibu hamil disarankan menghindari kebiasaan makan makanan siap
saji, minuman beralkohol, obat narkotika dan merokok.
5. Menjalin relasi sebanyak-banyaknya dengan sesama ibu hamil yang pernah melahirkan dan berbagi pengalaman.
5. Menjalin relasi sebanyak-banyaknya dengan sesama ibu hamil yang pernah melahirkan dan berbagi pengalaman.
Petik hal positif yang membuat ibu merasa termotifasi. Misalnya indahnya pengalaman IMD dan
sebagainya.
6. Mendekati hari hari menjelang perkiraan tanggal persalinan, sempatkan untuk hospital tour atau orientasi ke rumah sakit atau klinik tempat ibu akan melahirkan. Berkenalan dengan bidan atau perawat, melihat tempat bersalin dan ruangan, mengetahui apa saja fasilitas pendukung yang tersedia disana dan sebagainya.
7. Melakukan hal - hal yang memberi rasa tenang pada ibu saat berada di ruang bersalin.
6. Mendekati hari hari menjelang perkiraan tanggal persalinan, sempatkan untuk hospital tour atau orientasi ke rumah sakit atau klinik tempat ibu akan melahirkan. Berkenalan dengan bidan atau perawat, melihat tempat bersalin dan ruangan, mengetahui apa saja fasilitas pendukung yang tersedia disana dan sebagainya.
7. Melakukan hal - hal yang memberi rasa tenang pada ibu saat berada di ruang bersalin.
Bila menyukai musik atau lantunan lagu
lembut silahkan bawa dan dinikmati selama menunggu proses melahirkan
berlangsung. Menghadirkan orang terdekat, suami atau ibu yang mampu memberi
dukungan selama proses persalinan.
8. Menjalin relasi yang baik dengan dokter dan bidan di ruang bersalin.
8. Menjalin relasi yang baik dengan dokter dan bidan di ruang bersalin.
Tak perlu
ragu untuk bertanya bila ada prosedur yang belum jelas. Ikuti semua
bimbingan persalinan yang diberikan. Pemenuhan kebutuhan rasa aman dan nyaman
saat bersalin sangat memegang peran penting. Kecemasan dan rasa takut saat di
ruang bersalin akan membuat ibu hamil mudah putus asa. Komunikasikan bila ada
hal yang dirasakan mengganggu kenyamanan pelayanan.
9. Memenuhi kebutuhan makan dan minum yang cukup selama proses persalinan berlangsung.
9. Memenuhi kebutuhan makan dan minum yang cukup selama proses persalinan berlangsung.
Hal ini
sering diabaikan akibatnya ibu merasa lemas dan tak kuat mengejan. Pada
saat kontraksi semakin sering biasanya ibu mulai enggan makan dan minum.
Sebaiknya siapkan makanan ringan dan minuman hangat manis yang bisa dinikmati
di sela proses kontraksi berlangsung.
10. Sebaiknya tidak menahan buang air kecil selama proses persalinan.
10. Sebaiknya tidak menahan buang air kecil selama proses persalinan.
Keadaan
kandung kemih yang penuh selama persalinan akan menghambat turunnya kepala bayi
ke dasar panggul. Bila ibu masih kuat untuk jalan - jalan di sekitar ruang
bersalin akan sangat membantu kelancaran proses turunnya kepala bayi.
11. Tidak mengkonsumsi obat atau ramuan pelancar ibu bersalin seperti rendaman akar rumput fatimah, telur mentah, minum minyak goreng dan sebagainya. Hal-hal tersebut justru membahayakan keadaan bayi dan ibu.
11. Tidak mengkonsumsi obat atau ramuan pelancar ibu bersalin seperti rendaman akar rumput fatimah, telur mentah, minum minyak goreng dan sebagainya. Hal-hal tersebut justru membahayakan keadaan bayi dan ibu.
Selamat
mempersiapkan proses persalinan. Semoga lancar, sehat ibu dan bayi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar