INTERPRESTASI KLINIS NYERI PERUT
Oleh dr. Azril Okta Ardhiansyah SpB
Nyeri
perut merupakan gejala yang paling sering dikeluhkan. Banyak orang tidak
menyadari pentingnya nyeri perut untuk mengenali tanda awal suatu penyakit dan
menganggap remeh hal ini. Tidak jarang orang melakukan pijat perut untuk
menghilangkan nyeri yang justru menyebabkan perlukaan pada organ dalam sehingga
berakibat makin parahnya penyakit dan banyak yang berujung pada kematian. Kita
dapat memperkirakan secara kasar suatu penyakit berdasarkan karakteristik nyeri
yang meliputi lokasi, kuantitas, kualitas, dan gejala penyerta.
1. Lokasi.
Dari
lokasi nyeri kita dapat memperkirakan organ yang terserang penyakit. Pada anak
– anak penentuan lokasi lebih sulit karena umumnya mereka selalu menunjuk
daerah sekitar pusar. Untuk mudahnya, perut dapat kita bagi menjadi sembilan
kuadran. Nyeri perut kanan atas biasanya menandakan penyakit liver, ginjal,
maupun kandung empedu. Nyeri ulu hati/tengah atas sering diartikan penyakit
lambung/sakit mag, namun dapat juga merupakan nyeri alih dari jantung. Nyeri pada
pinggang kiri kanan dapat berarti batu saluran kemih. Nyeri perut kanan bawah
dapat berasal dari usus buntu, usus besar, saluran kemih, maupun organ kelamin
wanita (indung telur).
2. Kuantitas.
Nyeri
perut dapat berlangsung terus – menerus maupun hilang timbul. Nyeri terus –
menerus berasal dari organ padat seperti liver dan ginjal akibat peregangan
pada kapsul pembungkus organ tersebut. Sedangkan nyeri yang hilang timbul
terjadi pada organ berongga seperti usus besar dan saluran kemih sesuai gerakan
organ tersebut (peristaltik) dan berjalan sesuai arah saluran yang biasa
disebut nyeri kolik.
3. Kualitas.
Nyeri
pada ginjal terasa seperti rasa “kemeng” yang sering diabaikan. Nyeri karena
batu pada kandung empedu terasa tembus sampai ke punggung. Nyeri lambung
memberi sensasi seperti ditusuk – tusuk. Nyeri karena sakit jantung dapat juga
dirasakan di ulu hati dan memberi sensasi serupa atau seperti ditimpa beban
berat. Nyeri yang khas karena usus buntu berawal dari nyeri ulu hati yang
sering disangka sebagai sakit mag lalu berpindah ke perut kanan bawah.
4. Gejala
penyerta.
Gejala
yang menyertai nyeri dapat berupa mual muntah bila mengenai saluran cerna.
Panas badan pada organ yang sering mengalami infeksi seperti usus buntu, indung
telur, dan kandung empedu.
Berikut
ini adalah rangkuman dari beberapa penyakit dilihat dari karakteristik nyeri:
- Sakit
mag/lambung
Nyeri ulu hati seperti ditusuk –
tusuk atau sering bersendawa disertai mual. Nyeri pada lambung biasanya
dirasakan pada waktu perut kosong, namun dapat juga justru ketika makanan masuk
jika sudah terlanjur timbul luka.
- Batu
empedu.
Nyeri kolik pada perut kanan atas tembus
ke punggung yang dipicu makanan berlemak. Dapat disertai panas badan, mual, maupun
kuning jika batu telah menyumbat saluran utama empedu.
- Batu
saluran kemih.
Nyeri kemeng pada pinggang jika
batu masih terdapat pada ginjal. Kemudian beralih menjadi nyeri kolik yang
menjalar ke kemaluan jika batu sudah turun ke ureter.
- Infeksi
usus buntu.
Nyeri yang khas berawal dari ulu
hati kemudian berpindah ke perut kanan bawah disertai panas dan mual. Nyeri
dapat menyebar ke seluruh perut jika usus buntu sudah pecah.
- Infeksi
indung telur.
Nyeri di perut bagian bawah disertai
panas “sumer” dan riwayat keputihan. Panas dapat menjadi tinggi jika sudah
terjadi abses (kumpulan nanah).