HERNIA &
KONDISI DARURATNYA
Oleh dr. Azril
Okta Ardhiansyah SpB
Hernia merupakan penyakit
yang sering diderita oleh semua umur baik anak – anak maupun dewasa, laki –
laki maupun wanita. Hernia adalah keluarnya organ dari dalam perut (biasanya
usus) melalui lubang pada dinding perut. Keluarnya organ ini bisa terlihat dari
luar (hernia eksterna) maupun tidak terlihat dari luar (hernia interna). Lokasi
yang paling sering terlihat adalah di pelipatan paha dan pusar. Lubang pada
dinding perut ini dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:
-
Keterlambatan penutupan jalur turunnya
testis. Ini biasanya terjadi pada anak – anak
-
Kelemahan dinding perut. Otot dinding
perut akan melemah seiring dengan bertambahnya usia, apalagi bila dipicu oleh
kebiasaan mengejan, penyakit batuk yang lama maupun terlalu sering mengangkat
beban berat
Hernia mudah dikenali
berupa benjolan yang bisa keluar masuk atau membesar dan mengecil pada
pelipatan paha atau pusar. Benjolan pada pelipatan paha dapat turun sampai ke
kantong zakar. Biasanya benjolan ini keluar pada waktu berdiri, mengejan,
maupun batuk dan bisa masuk sendiri pada waktu penderita berbaring. Yang perlu
diwaspadai adalah jika usus yang keluar tidak bisa masuk lagi (terjepit) atau
dalam istilah medis dikenal dengan hernia inkarserata. Tanda – tanda
inkarserata ini adalah benjolan yang tidak bisa masuk lagi disertai nyeri pada
benjolan tersebut. Dapat pula disertai dengan mual muntah dan tidak bisa BAB
atau kentut. Bila dijumpai kondisi inkarserata, maka penderita harus segera
dibawa ke UGD untuk menjalani operasi segera. Penyebab terjadinya hernia
inkarserata ini adalah peningkatan tekanan perut yang mendadak sehingga usus
yang keluar lebih banyak dari yang biasanya dan tidak bisa kembali lagi. Pemicu
dari peningkatan tekanan ini antara lain:
-
Batuk kronis karena penyakit paru atau
jantung
-
Sering mengejan pada waktu BAK, umumnya
karena penyakit prostat atau batu saluran kemih
-
Sering mengejan pada waktu BAB, umumnya
karena kotoran yang keras karena kurang minum dan kurang mengkonsumsi makanan
yang mengandung serat seperti sayur dan buah
-
Sering mengangkat beban berat karena
pekerjaan di kantor maupun di rumah
|
Satu – satunya terapi untuk pengobatan hernia adalah
dengan cara operasi untuk menutup lubang pada dinding perut. Penggunaan celana
hernia yang sering diiklankan hanyalah untuk menahan agar benjolan tidak keluar
namun tidak mengobati penyebab utama terjadinya hernia tersebut yaitu adanya
lubang pada dinding perut. Penutupan lubang ini dapat dikerjakan dengan cara
dijahit biasa ataupun ditambal dengan bahan khusus menyerupai jaring – jaring
yang disebut mesh - tergantung sarana dan prasarana yang tersedia. Cara yang
kedua ini lebih tidak menimbulkan nyeri karena mengurangi tarikan pada otot. Operasi
hernia pada umumnya dapat dikerjakan secara terencana (elektif), namun pada
kasus hernia inkarserata harus dikerjakan segera (darurat) karena penundaan
yang terlalu lama dapat menyebabkan usus yang terjepit menjadi mati sehingga
memerlukan pemotongan usus. Setelah operasipun, faktor – faktor yang
menyebabkan peningkatan tekanan perut seperti yang disebutkan di atas tetap
harus dikurangi untuk meminimalkan risiko terjadinya kekambuhan.
Gambar mesh hernia
Demikian
sekilas informasi tentang Hernia semoga dapat bermanfaat
bagi anda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar